NLP for Online Marketing “Cara Memenangkan Negosiasi via Chatting dengan Membangun Rapport melalui Kekuatan Kata-Kata”
Anda menjalankan bisnis online? Atau menjual produk/jasa secara online? Saat menjalankan bisnis online atau marketing online tentunya komunikasi dengan customer/client atau calon customer/client lebih banyak melalui telepon atau chatting (WA, BBM, YM atau media chatting lainnya). Pada saat melakukan komunikasi secara langsung (tatap muka) informasi dapat disampaikan melalui rangkaian kalimat yang dipower dengan intonasi, gesture dan lainnya. Satu kalimat yang diucapkan dengan nada sangat ramah, seyum, dan pandangan penuh perhatian sudah mewakili puluhan kalimat lainnya. Bahkan saat menjawab dengan mengangguk dan tersenyum itu sudah menjadi jawaban yang ramah.
Lantas bagaimana dengan komunikasi via chatting? Tentunya tidak bisa bebas memainkan intonasi dan gesture. Bahkan ada yang mengatakan bahwa komunikasi by chatting atau sms itu komunikasi yang garing (jika belum tahu triknya). Ok, kali ini saya akan share trik & tips cara memenangkan negosiasi via chatting dengan membangun rapport melalui kekuatan kata-kata.
Apa sih Rapport itu? Rapport dalam NLP yaitu membangun sebuah hubungan dan memulai komunikasi dengan efektif. Dengan membangun rapport yang baik akan tercipta suatu kepercayaan dan pengertian. Dalam NLP™ (Neuro Linguistic Programming™), RAPPORT sebagai salah satu ‘tool’ yang sangat berguna untuk memulai komunikasi dan menjalin hubungan, terutama dengan orang yang baru kita kenal. Salah satu cara untuk membangun rapport adalah dengan mengikuti (pacing), matching/mirroring lawan bicara serta leading melalui fisiologi, kualitas suara, dan bahasa/kata-kata.
Fisiologi meliputi pola nafas, postur, bahasa tubuh, ekpresi wajah, gerakan tangan, gerakan mata, dan lain-lain. Rapport kualitas suara melalui tinggi rendah, cepat lambat, volume, warna suara, dan lain-lain. Sedangkan bahasa melalui penggunaan kata-kata sesuai representational system (preferensi komunikasi melalui indera manusia), kata-kata khas dan lain-lain. Rapport sangat powerfull untuk mejalin kedekatan dengan client atau calon client. Lalu bagaimana jika kesempatan membangun rapport itu via chatting? Hanya mengandalkan kekuatan kata-kata.
Faktanya : Kalimat yang sama bisa menimbulkan pemaknaan yang berbeda oleh penerimanya. Meskipun Anda mengirimnya dengan tersenyum tapi bisa saja menimbulkan persepsi Anda tidak ramah. Karena senyum Anda tidak terlihat oleh si penerima message. Kabar baiknya, saat orang menghubungi Anda menayakan produk/layanan yang Anda jual sebenranya Anda sudah memengakan 75% proses negosiasi & Anda tinggal menambahkan 25% sisanya melalui chatting. Siapa yang melakukan 75% nya, sales page Anda baik itu yang ada di website, blog, You Tube, social media atau bentuk publikasi lainnya di internet. Di internet sangat banyak yang menwarkan produk/jasa seperti yang Anda tawarkan tetapi yang dihubungi adalah Anda, berarti BENAR Anda sudah memenangkan 75%. Sekarang bagaimana menambahkan yang 25% agar closing?
Berikut beberapa tips untuk membangun rapport melalui percakapan tertulis (chatting) untuk memenangkan negosiasi :
1. Layani dengan Senyum dan Ya
Gunakan bahasa sesuai dengan target market Anda. Jika target produk Anda adalah perusahaan atau institusi yang membutuhkan formalitas maka pastikan Anda menggunakan bahasa formal.
Contoh 1:
A : Siang Bu, saya dari xxxx ingin mengundang ibu untuk menjadi narasumber seminar internet marketing
B : Siang. Maaf dengan Bpk/Ibu siapa ini?
A : Saya Hendy Bu. Rencananya Tanggal xx kami ada seminar di Surabaya
B : Baik Pak Hendy saya jadwalkan. Pesertanya berapa orang. Temanya apa
Contoh 2 :
A : Siang Bu, saya dari xxxx ingin mengundang ibu untuk menjadi narasumber seminar internet marketing
B : Siang ?… Maaf dengan Bpk/Ibu siapa ini ya…
A : Saya Hendy Bu. Rencananya Tanggal xx
B : Baik Pak Hendy saya jadwalkan ya ?. Mohon info Pesertanya berapa orang…& temanya apa ya… Saya ada materi xxx,xxx dan jika ada permintaan tema khusus dapat saya sesuaikan ?
Penjelasan Contoh 1 & 2 :
Pada contoh 1 dapat menimbulkan persepsi bermacam-macam. Percakapan terlihat tutup point, berpotensi dinilai sangat serius, kaku, tidak ramah. Pada contoh 2, jawaban di bubuhi emoticon smile ? dan icon tersebut pasti dipahami setiap orang bahwa menandakan tersenyum ramah. Tanda tanya saya gantikan dengan kata “Ya” agar terlihat lebih ramah karena kata “ya” jika diucapkan sebagai pengganti kata tanya biasanya dengan nada datar atau rendah. Beda dengan kata “kan” bisa menjadi meninggi atau rendah (muliti persepsi).Pada contoh 2, B menjawab” …Saya Jadwalkan ya…” Ini proses mempercepat closing untuk membangun persepsi bahwa Anda sangat serius dalam merespon permintaan si A. (Jika jadwal sudah terisi pada tgl yang diminta segera tawarkan beberapa jadwal pada tanggal berikutnya). Akan berbeda jika sudah ada jadwal pada tgl yang diminta kemudian menjawab, “Maaf saya sudah ada jadwal pada tgl tersebut bisakah dijadwalkan tanggal selain itu?” Stepnya sudah leading, orang sudah tertarik, jadi Anda menawarkan solusi (menawarkan pilihan) bukan meminta solusi. Kendali sudah ditangan Anda menuju closing. Jadi berikan pilihan beberapa tanggal sebagai solusi pengganti jadwal yang diinginkan.
2. Nyontek Gaya Bahasa Customer
Nah ini tips yang paling gampang karena urusan nyontek dari SD insya Allah dah pada pinter, hehehehe. Jika target Anda ibu-ibu ,anak-anak muda misalnya produk fashion atau kecantikan, gunakan gaya bahasa yang di gunakan oleh customer (selama masih memungkinkan)
Contoh 3 :
A : Pagi Mbak. Jual pelangsing xxx
B : Pagi Mbak Cantik ? Iya bener, mau berapa n kirim kemana ya…?
Proses rapport dengan menjawab “Pagi Mbak Cantik… Iya bener…“ dia panggil Mbak ikuti panggil Mbak, dia panggil Say ikuti panggil Say (kecuali jika lawan jenis). Jawaban “Iya Bener” menandakan kita setuju dengan dia karena orang akan cepat respek jika disetujui.
Trik mempercepat Closing, baru tanya langsung ditanya balik “Mau berapa n kirim kemana ya…” . Tujuannya supaya bisa segera cek ongkos kirim & mengirimkan totalan order beserta no rekening ke pembeli tersebut. Dengan trik seperti ini saya mampu meng-closing dengan instan setiap harinya.
Membubuhi titik-titik (biasanya saya gunakan 3 titik) memberikan kesan chat itu tenang, damai, cool… Perhatikan bait-bait puisi yang dibubuhi titik-titik terkesan lebih indah & maknanya meneduhkan. Begitu juga pada syair lagu, titik-titik menandakan ada jeda.
Implementasikan Trik Smile J, Ya, 3 titik pada chatting sehari-hari agar cepat terampil saat memanfaatkannya untuk chatting bisnis.
Note : icon smile ? jangan diganti “laugh emoji“ ? karena tertawa memiliki multi persepsi, bisa menimbulkan persepsi senang, terkejut, menghina atau lainnya. 
Icon lain pelanggan/client yang boleh di ikuti “thumb up emoji” ? dan “prayer hands/high five emoji” selain itu hati-hatilah memilih emoticon.
Selamat praktek. Semoga bermanfaat melipatkan omset Bisnis Onlinenya. ()
Materi ini telah disampaikan pada kuliah online group Whatsapp tgl 8 Juni 2017 dengan narasumber Karlin, S.E, M.Ak, CT.NNLP, CT.NLPC, CH, CHt salah satu alumni trainer Indonesia Life InstituteTM, Digital Marketer, Master Coach NLP, dan Marketing Director PT Talenta Sukses Indonesia.
Jika Anda berminat belajar NLP & Hypnosis ikuti kelas online dengan fasilitator dari tim trainer Indonesia Life InstituteTM yang sudah bersertifikasi. GRATIS silahkan gabung di sini.

