Sang Master Bicara Tentang Kejahatan Hipnotis
by Joko Kurniawan · Published · Updated
6 Hari bersama sang master Hypnotist Romy Rafael di kelas Hypnotherapy banyak sekali pemahaman baru yang saya alami dengan beliau. Pemahaman lebih dalam tentang hipnotis dan hipnotherapy, teknik-teknik baru dan lebih detail dan mendalam, rahasia street hypnotist, stage hypnotist dan juga penjelasan gamblang tentang kejahatan – kejahatan hipnotis yang sering dijadikan isu orang-orang awam yang tidak memahami hipnotis.
Pemahaman yang salah tentang hipnotis dari masyarakat menjadikan hipnotis seolah ilmu hitam yang berbahaya dan dapat disalahgunakan untuk kejahatan. Bagaimana fakta sesungguhnya ?.
Beberapa waktu lalu saya menemukan wawancara detik.com Dengan sang master Romy Rafael tentang hal tersebut. Persis seperti yang beliau jelaskan pada kami sewaktu di kelas hipnotist bersama beliau. Berita ini mungkin bisa memberikan wawasan baru tentang hipnotis bagi masyarakat awam yang belum memahami hipnotis. Mari kita simak, semoga bermanfaat.
JAKARTA, 3 APRIL 2008, detik.com
Apa itu hipnotis? Romy Rafael, hipnoterapis yang beken lewat acara Hipnotis di televisi, bicara banyak tentangnya. Berikut wawancara detikcom dengan pria tampan berusia 31 tahun ini, Kamis (3/4/2008):
Apa definisi hipnotis?
Keadaan yang menyerupai trance yang mana seseorang menjadi lebih sadar dan lebih fokus dan terbuka kepada sugesti.
Akhir-akhir ini sering terjadi kejahatan yang konon dengan modus hipnotis. Bagaimana pendapat Anda ?
Apakah Anda mengetahui secara pasti hal ini terjadi atau hanya pemberitaan dari media ? Apakah Anda melihatnya dengan mata kepala Anda sendiri proses di mana korban menyerahkan harta bendanya dengan sukarela ? Apakah Anda memiliki bukti yang kongkret dan nyata jika korban dihipnotis ? Ingat, kesaksian korban bukan bukti yang nyata karena ini adalah kesaksian satu sisi.
Sama saja jika ada orang yang mengaku bahwa dia pernah diculik oleh alien dan dibawa ke dalam pesawat ruang angkasanya. Sama jika saya mengaku bahwa Michael Jackson pernah tidur di rumah saya. Agar lebih jelas, ini analogi antara percaya dan mengetahui. Gunakan imajinasi Anda bayangkan orangtua Anda di pikiran Anda…
Sudah ?
Pertanyaan saya, sekarang adalah apakah Anda mengetahui atau Anda mempercayai kalau Anda itu anak kandung mereka ? Kalau Anda menjawab mengetahui, pertanyaan saya berikutnya adalah, apakah Anda sudah tes DNA Anda lalu Anda bandingkan dengan DNA orang tua Anda? Kalau belum, berarti Anda belum mengetahui. Dan berarti selama ini Anda hanya mempercayai.
Karena dari kecil orang-orang di sekitar Anda mengatakan bahwa Anda adalah anak kandung mereka dan proses ini diulang dengan repetisi yang cukup tinggi dari Anda kecil sampai Anda dewasa, dengan sendirinya dipikiran Anda terciptalah suatu kepercayaan yang menciptakan konsep bahwa Anda adalah anak mereka.
Ini yang disebut dengan mempercayai tapi Anda belum mengetahui secara pasti apakah Anda adalah anak kandung mereka atau bukan.
Sekarang jawab pertanyaan saya, apakah Anda percaya atau Anda mengetahui bahwa kejahatan yang di jalan-jalan itu hipnotis ? Jika iya, apakah ada bukti nyata ? Yang saya maksud dengan bukti yang nyata adalah rekaman CCTV di saat korban yang katanya dihipnotis dan menyerahkan barang-barang berharga mereka.
Jika mereka tak sadarkan diri, tentunya banyak sekali variabel yang dapat membuat dia tidak sadarkan diri, seperti tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, serangan jantung, stroke, atau pengaruh dari obat-obatan bahkan dibius atau lainnya.
Dan banyak sekali jenis obat-obatan yang dapat membuat orang menjadi tidak sadar, banyak sekali jenisnya, intinya banyak cara membuat orang menjadi tidak sadar.
Apakah Anda membantah itu semua hipnotis ?
Saya tidak membantah, kalau hal itu tidak terjadi, tapi yang saya bantah adalah modus atau teknik yang digunakan oleh pelakunya yang memang tidak menggunakan hipnotis.
Apakah Anda sudah membuktikannya ?
Apakah Anda percaya atau Anda mengetahui bahwa saya tidak pernah melakukan riset baik dari korban, saksi, dan polisi ? Saya sudah melakukan itu semua dan semua hasil risetbsaya adalah, yang tertinggal dari semua kejadian adalah kesaksian satu sisi dari korban.
Tayangan saya memang hipnotis, karena ada proses hipnotisnya. Saat kamera belum dalam keadaan merekam, saya akan mendekati seseorang di halte. Saya akan bertanya apakah saya boleh menghipnotis Anda.
Jika saya sudah memperoleh persetujuan dari orang tersebut, lalu orang tersebut saya berikan induksi atau proses sugesti yang minimal 30 menit sampai 1 jam, dimana proses ini tidak ditayangkan di televisi. Dan yang terlihat oleh penonton adalah saya mengucapkan kata ‘tidur’ lalu orang ini tidur.
Semoga dapat meluruskan pandangan masyarakat

