Yakin Sudah Paham Hipnotis Itu Apa ?
“MEMAHAMI HIPNOTIS DENGAN BENAR”
Hypnosis adalah ilmu pengetahuan yang ilmiah walaupun terlihat misterius bagi orang yang belum mengenalnya.
Seorang ahli hypnosis tidak menggunakan kekuatan supranatural, gaib, mistik, bantuan jin dan sebagainya. Hypnosis menggunakan kekuatan sugesti atau pengaruh kata-kata yang disampaikan dengan teknik-teknik khusus. Kekuatan dalam hypnosis adalah kata-kata, pemahaman bahasa dan body language. Anda hanya bisa terhipnotis jika anda memahami bahasa orang yang menghipnotis anda. Misalnya ada pakar hypnosis dari Amerika datang untuk menghipnotis orang Indonesia, maka yang bisa terhipnotis hanya orang yang memahami Bahasa Inggris saja. Sugesti disampaikan melalui kata-kata, dan kata-kata tersebut harus dipahami oleh orang yang dihipnotis.
Hipnotis bukan ilmu hitam yang digunakan kejahatan dengan cara membuat korban tidak sadar dan menuruti perintah orang yang menghipnotis. Semua terjadi secara ilmiah dan bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan.
Hypnosis tidak bisa digunakan untuk memaksa seseorang secara halus sehingga mau melakukan sesuatu yang konyol, merugikan atau berbahaya. Anda hanya bisa dihipnotis apabila anda bersedia mengikuti instruksi atau arahan ahli hypnosis sehingga anda memasuki kondisi trance (pikiran bawah sadar terbuka).
Dalam kondisi hypnosis, Anda tidak akan kehilangan kendali atas pikiran anda. Kalau Anda tidak setuju atau tidak suka atau tidak mengerti maksud dari sugesti yang diberikan, pikiran bawah sadar Anda akan menolaknya. Sugesti yang bertentangan dengan keyakinan dan nilai dasar seseorang tidak akan berpengaruh sedikitpun. Misalnya Anda diberi sugesti untuk membenci nabi yang Anda yakini benar, maka sugesti ini tidak berpengaruh kepada Anda.
Perilaku2 konyol yg terjadi dalam stage hypnosis atau hypnosis untuk hiburan itu hanya bisa terjadi karena 2 hal, orangnya sudah dipilih yg sangat sugestif dan bersedia.
Dalam praktek hypnotherapy, Anda tidak akan diperintahkan untuk melakukan sesuatu yang tidak Anda inginkan. Orang yang bersedia dihipnotis untuk melakukan hal-hal lucu sebenarnya juga sudah mengizinkan dirinya untuk melakukan perilaku lucu tersebut.

