Anchor Dalam NLP & Hypnosis

Ada yang tahu Ivan Pavlov? Bagi orang awam mungkin jarang memahami siapa dia. Tapi bagi orang-orang psikologi nama Ivan Pavlov mungkin tidak asing lagi.

Ivan Pavlov, adalah seorang Psikolog berkebangsaan Rusia, peraih hadiah Nobel. Pavlov melakukan percobaan dengan memberikan makan seekor anjing pada jam tertentu dan didahului dengan membunyikan bel. Setelah hal ini dilakukan berulang-ulang, maka saat berikutnya saat bel dibunyikan, maka segera anjing bereaksi mengeluarkan air liur.

Dalam hal ini bel merupakan stimulus pemicu atau Anchor yang akan memicu sang Anjing untuk secara tidak sadar mengeluarkan air liurnya, dan proses Anchor ini terbentuk karena pengkondisian yang berulang-ulang.

Di keilmuan Hypnosis dikenal istilah “Post Hypnotic Suggestion” atau sugesti yang tetap akan bekerja walaupun Subject telah berada pada kondisi pasca Hypnosis. Dari penjelasan di atas, dapat dipahami dengan mudah bahwa “Post Hypnotic Suggestion” merupakan salah satu bentuk rekayasa Anchor, hanya saja pembentukannya dilakukan dalam kondisi Hypnosis.

Kalau dalam percobaan Pavlov Anchor diciptakan melalui sebuah proses pembiasaan berulang-ulang.

Oleh sebab itu, terbentuknya suatu Anchor dapat dikarenakan suatu pengkondisian tertentu, baik pengkondisian secara cepat, maupun secara perlahan-lahan atau berulang karena kebiasaan. Maka secara umum Anchor dapat dibentuk dalam kondisi Hypnosis, atau melalui proses normal yang berulang. Bahkan ada Anchor yang terbentuk secara alami karena sebuah kejadian yang traumatis seperti halnya phobia dan trauma psikis. Semua bentuk phobia dan trauma adalah Anchor yang tercipta secara alami karena didahului sebuah peristiwa yang kadang terjadi secara spontan dan tidak dikehendaki. 

Anchor akan memicu State Emosi seseorang. Karena berhubungan dengan state emosi, maka tentunya Anchor ini bisa bermanfaat tapi juga bisa sangat mengganggu state emosi seseorang. Tergantung jenis anchornya.

Sebagai contoh, ketika seseorang melihat seseorang yang memiliki wajah mirip mantan pacar tiba-tiba dia merasa sedih. Perasaan emosi sedih itu adalah reaksi spontan akibat dipicu wajah mirip mantan pacar yang telah meninggalkannya. Dalam hal ini anchornya adalah wajah mantan pacarnya.

Mendengar lagu tertentu, tiba-tiba menangis, karena lagu tersebut ternyata adalah memicu emosinya akibat teringat kenangan bersama orang yang dicintai namun telah meninggalkannya. Dalam hal ini lagu adalah Anchor nya.

Nah, karena Anchor dapat memicu state emosi, maka Anchor dapat juga kita manfaatkan untuk memicu state emosi positif.

Salah satu manfaat Anchor yang sangat umum diterapkan di dunia NLP dan Hypnosis adalah untuk memicu “state of mind” tertentu, misal : gembira, percaya diri, bahagia, keberanian, dll.

Bahkan Anchor positif ini dapat digunakan untuk melawan Anchor negatif yang memicu state emosi negatif, istilahnya anchor vs anchor. Seperti halnya phobia, terkadang saat terapi phobia saya hanya mengandalkan 1 teknik saja yaitu collapsing anchor dimana prosesnya adalah melawan Anchor negatif (phobia yang dialami) dengan Anchor positif yang sengaja kita ciptakan untuk melawan phobia itu. Hasilnya luar biasa dan sangat instant penyembuhannya. Phobia 20 tahun dapat kita selesaikan hanya dalam 30 menit.

Tentunya sangat bergantung kasus nya. Tidak semua kasus dapat diselesaikan sesederhana itu, tapi berdasarkan pengalaman terapi yang pernah saya lakukan, pada hampir semua jenis kasus phobia ringan teknik collapsing Anchor ini memang sangat efektif.

Ingin mendalami tentang Anchor dan mendapatkan manfaat dari teknik-teknik Anchor yang kita ciptakan untuk pemberdayaan diri dan menciptakan state emosi positif dalam hidup? Silahkan bergabung dengan pelatihan NLP dan Hypnotherapy bersama saya di Indonesia Life Institute.

Anchor ini adalah salah satu teknik pemberdayaan diri, menumbuhkan internal motivation dan pengendalian emosi sangat efektif, sehingga disaat kapanpun dan dimanapun kita bisa menjadi tuan dari emosi kita sendiri.

Semoga Bermanfaat.

Salam Sukses dan Bahagia()

Joko Kurniawan

Trainer, Penulis Buku, & Hypnotherapist. Belajar dan mengembangkan diri tidak ada batasnya selama nyawa masih dikandung badan

You may also like...