Cara Mudah Menjadi Manusia Paling Bahagia
Sebelumnya ada beberapa pertanyaan yang mungkin perlu direnungi oleh masing-masing:
- Apakah kita sudah bahagia?
- Apa arti bahagia bagi kita?
Pertanyaan selanjutnya yang bisa direnungi, bisakah kita menjadi manusia paling bahagia?
Kalau saya boleh menjawab pertanyaan “Bisakah kita menjadi manusia paling bahagia?” Saya jawab YA, BISA.
Caranya?
Untuk tau caranya, kita harus tau dulu definisi bahagia. Nah kalau menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), bahagia berarti keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan). Nah kunci untuk bahagia adalah bebaskan diri dan pikiran Anda dari “segala yang menyusahkan”. Ada 4 cara sederhana yang biasanya saya gunakan untuk membebaskan diri dari “segala yang menyusahkan” antara lain:
- Mensyukuri setiap pemberian Tuhan.
Senang susah, suka duka, tangis tawa, kesulitan kemudahan, kaya miskin, semua adalah pemberian Tuhan. Tidak mungkin ada 1 hal kecilpun yang terjadi tanpa ijin Tuhan. Bahkan debu yang beterbangan, setetes air yang jatuh, selembar daun yang gugur, semua hal tersebut tidak akan terjadi tanpa ijin Tuhan. Jadi pastinya, segala kesuksesan kegagalan, tawa tangis, suka duka yang terjadi dalam hidup kita tidak mungkin terjadi kan tanpa ijin Tuhan. Dan saya sangat sangat menyakini bahwa segala sesuatu yang diijinkan Tuhan pasti ada maksud dan kebaikan didalamnya.
- Melihat segala hal negatif dari sisi positifnya
Bukankah segala yang terjadi dengan ijin Tuhan pasti mengandung maksud dan kebaikan? Kalau begitu mari kita belajar melihat maksud dan kebaikan Tuhan tersebut. Hidup ini segala sesuatunya adalah persepsi. Kaya adalah persepsi, miskin juga persepsi. Karena standar kaya dan miskin masing2 orang berbeda. Sukses adalah persepsi. Gagal juga persepsi.
Karena standar sukses dan gagal masing-masing orang berbeda. Termasuk bahagia adalah persepsi, susah juga persepsi. Karena standar bahagia dan susah masing-masing orang berbeda.
Kabar baiknya, persepsi itu bisa kita rubah, kita ciptakan, kita hilangkan sesuai dengan kebutuhan kita. Dalam ilmu NLP dikenal teknik Reframing. Secara bahasa reframing artinya membingkai ulang. Dalam NLP sebuah persepsi diibaratkan sebagai sebuah bingkai. Kita bisa merubah, menambah, mengurangi, menghilangkan persepsi tersebut dengan cara membuka bingkai tersebut dan membingkai ulang.
Sederhananya reframing adalah teknik dimana kita melihat sesuatu hal dari segi pandang lain.
Caranya sangaaattt mudah.. Contohnya seperti ini.
Contoh reframing 1:
Fakta : Anak suka membuat rumah berantakan, tidak bisa diam
Frame awal : Anak nakal, merepotkan orang tua
Hasil reframing : Anak pintar dan sangat aktif, dia belajar dengan cara mengeksplor seisi rumah
Sangat mudah kan?
Contoh reframing 2:
Dipecat / PHK dari tempat kerja
Frame awal : Kehilangan lapangan pekerjaan sehingga tidak bisa membiayai keluarga, dunia seakan berakhir
Hasil reframing : Wah, saatnya mencoba jalan rezeki lain, mungkin ini sinyal dari Allah saya harus berwirausaha.
Nah, reframing bisa digunakan untuk kasus-kasus lainnya. Cobalah menantang diri Anda untuk melatih kemampuan reframing Anda. Caranya, setiap Anda berfikiran negatif, lakukan reframing menjadi hal yang positif. Lakukan hal ini selama 1 hari. Apabila berhasil Anda melalui 1 hari tanpa frame negatif, lanjutkan tantangannya menjadi 1 minggu, 1 bulan, 2 bulan, dst. Sehingga reframing ini menjadi kebiasaan Anda.
- Periksa ulang standar bahagia kita
Syarat bahagia sebenarnya hanya 1 lho. Terbebas dari segala yang menyusahkan tadi. Jadi, jangan bebani diri dan pikiran kita dengan standar-standar bahagia yang mungkin kita kesulitan untuk mencapai. Bedakan antara cita -cita dan standar kebahagiaan. Cita-cita sangat dianjurkan setinggi mungkin. Kita pasti sangat bahagia saat cita-cita tercapai. Tapi jangan jadikan cita-cita sebagai standar kebahagiaan. Karena, saat cita-cita menjadi standar kebahagiaan maka kita tidak akan mungkin bahagia sebelum cita-cita tercapai. Apa iya kita mau merasakan hati susah selama cita-cita belum tercapai? Ndak kan?
- Nikmati setiap prosesnya
Apa yang asyik dari roller coaster? Yang suka naik roller coaster pasti jawab karena menantang, seru, memacu adrenalin dsb. Menurut saya karena lintasan roller coaster yang naik turun, berkelok-kelok bahkan kadang terbalik 180 derajat, permainan kecepatan yang kadang kecepatan tinggi, kadang pelan. Pertanyaannya yang bikin seru, saat naik roller coaster atau saat sudah selesai naik roller coaster? Begitu pula hidup. Prosesnya ibarat roller coaster. Kadang naik kadang turun, kadang kita mampu berlari kadang kita jalan ditempat. Kadang kita berhasil kadang kita gagal. Itulah yang bkin hidup ini seru.
Kalau kita tidak naik roller coaster, bisakah kita merasakan keseruannya, bisakah adrenalin kita terpacu, bisakah kita puas menikmati permainannya? Tentu tidak. Maka proseslah yang membuatnya seru. Proseslah yang membuat kita puas saat berhasil melaluinya.
Mungkin itu yang bisa saya sampaikan di sharing kali ini. Selamat mencoba dan jadilah MANUSIA PALING BAHAGIA.()
Jika teman-teman ingin belajar ilmu pemberdayaan diri untuk kualitas hidup lebih baik silahkan manfaatkan kelas-kelas pelatihan bersama Indonesia Life InstituteTM dengan jadwal tersisa sampai akhir tahun 2017 ini (lihat jadwal di sini). Materi ini telah disampaikan pada kuliah online group Whatsapp tgl 3 Oktober 2017. Jika Anda berminat belajar NLP & Hypnosis ikuti kelas online dengan fasilitator dari tim trainer Indonesia Life InstituteTM yang sudah bersertifikasi. GRATIS silahkan gabung di sini.


